Pasang Iklan DIsini

Banner

Pengawas UN SMP Diminta Lebih Responsif


Jakarta --  Ujian nasional (UN) 2012 untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dimulai Senin (23/04). Seluruh subrayon telah membagi soal sejak pukul 05.00. Untuk memastikan pembagian soal berjalan lancar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengunjungi beberapa SMP di Jakarta Selatan.

SMP Negeri 19 Jakarta Selatan menjadi tujuan pertama. Mendikbud memberi arahan kepada para kepala sekolah dan pengawas. Menteri Nuh mengingatkan, UN SMP lebih kompleks ketimbang ujian SMA. Jumlah pesertanya mencapai 3,7 juta siswa. Jangkauannya pun lebih luas. Jika UN SMA hanya sampai ke kecamatan, untuk SMP sampai ke desa-desa.
"Dan harus disadari, siswa SMP itu cenderung lebih mudah panik kalau ada soal kurang atau kendala teknis lainnya," ujar Menteri Nuh seusai menyaksikan pembukaan segel gudang soal di SMP N 19 Jakarta Selatan.
Karena itu, pengawas diharapkan untuk lebih dekat dan responsif dalam melayani peserta UN SMP. Jika ada kekurangan soal, pengawas diminta untuk segera melakukan tindakan teknis sesuai prosedur standar operasional. "Sistem yang baik itu adalah sistem yang bisa mengantisipasi semua kemungkinan," ujarnya.
Mendikbud mengimbau kepada para siswa agar lebih berkonsentrasi dalam mengerjakan soal, dan tidak terpengaruh dengan isu-isu bocoran jawaban yang bersifat spekulatif. "Adik-adik harus percaya diri, kecurangan hanya akan mengganggu konsentrasi dan menurunkan harga diri," tuturnya.
Kepala sekolah SMP N 19 Morgan Napitupulu mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada para siswa agar tidak percaya pada bocoran yang mungkin beredar. Untuk pengawasan, dia memastikan juga dilakukan secara silang.
Selain melihat proses pembukaan segel gudang soal dan pembagiannya kepada sekolah-sekolah di SMP N 19, Mendikbud juga menyempatkan diri untuk menyapa siswa siswi peserta UN di lingkungan sekitar, yaitu di SMP 11, dan SMP N 29 Jakarta Selatan. (AR)

Sumber : Kemendiknas

0 komentar:

Posting Komentar